Artikel Berita Media Profail Spotlight

Perbedaan Kurikulum Pelajaran Islam Malaysia Dulu Hingga Sekarang

pernikahan dalam islam,kajian islam,mata pelajaran,bahasa malaysia,malaysia

Setiap tahun, kurikulum pelajaran Islam Malaysia sudah pasti berbeda karena sistem pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Pola pikir generasi ke generasi juga tak sama. Meskipun mendapati perubahan, namun dalam konteks pelajarannya, tentu masih sesuai dengan hukum atau fiqih Islam, tidak mungkin melenceng ke arah lain.https://pkpim.net/perbedaan-kuriku…-hingga-sekarang/

Perbedaan dulu hingga sekarang, itu terletak dari masa penjajahan kolonial-British, sekarang Malaysia telah menjadi negara Merdeka. Berbeda dari Indonesia, di mana sekolah berbasis agama lebih mengarah pada yayasan. Di Malaysia, sekolah Islam diberikan otoritas cukup ketat, sehingga tidak bisa dengan mudah membangun sekolah berbasis agama. Namun, di Malaysia sistem pendidikannya tersentralisasi.

Bila dulu sistem kurikulum pelajaran agama Islam Malaysia selalu berpusat pada agama saja, bagaimana dengan sekarang? Di sini, pembahasan akan berpusat pada hal tersebut melalui uraian singkat tentang perbedaan kurikulum mencolok tentang ajaran Islam di dunia pendidikan Malaysia, dulu sampai sekarang.

pernikahan dalam islam,kajian islam,mata pelajaran,bahasa malaysia,malaysia
pernikahan dalam islam,kajian islam,mata pelajaran,bahasa malaysia,malaysia

Cara Pelajar Islam di Malaysia Belajar Pada Masa Pemerintahan Inggris

Pada masa pemerintahan Inggris, memang kurikulum pelajaran agama Islam Malaysia sudah seperti terhapus oleh sistem baru dari kolonialisme. Mereka bahkan membuat sekolah dengan nama Vernakular.

Tentu saja, di awal pembentukan sistem pendidikan dari Inggris, tidak bisa mudah diterima oleh masyarakat Melayu. Mereka lebih suka mengedepankan pendidikan http://68.183.190.39 secara tradisional saja. Ini berlangsung di tahun 1821. Sementara sekolah Vernakular, pada saat itu dibangun pertama kali berada di Kelang, tahun 1875.

Adapun beberapa alasan kenapa masyarakat Melayu tidak setuju dengan sistem kurikulum rancangan pemerintahan Inggris, yaitu :

  1. Mereka lebih suka anak-anak diajarkan Al-Quran di rumah-rumah sendiri ataupun rumah seorang imam.
  2. Masyarakat Melayu masih mengharapkan pengajian Al-Quran dilakukan secara rutin seperti dulu.
  3. Mereka tidak mengikuti sekolah buatan Inggris karena anak Raja juga tidak diantarkan ke sekolah kerajaan British. Pihak kerajaan tahu, dalam pengajarannya tidak ada kandungan agama Islam.

Masyarakat di sana sudah mau menerima sekolah dari British saat pemerintahannya mulai mengubah sistem kurikulum pengajaran dengan adanya pelajaran Bahasa Melayu, Ilmu Hisab bahkan Bahasa Inggris. Kemudian diajarkan pula Al-Quran hingga petang.

pernikahan dalam islam,kajian islam,mata pelajaran,bahasa malaysia,malaysia
pernikahan dalam islam,kajian islam,mata pelajaran,bahasa malaysia,malaysia

Kurikulum Pelajaran Agama Islam Malaysia Masa Kini

Di masa sekarang, sistem pendidikan memang masih menganut dari Inggris. Tapi memiliki keuntungan bagi sekolah berbasis agama, karena kurikulumnya sudah diperbarui setelah merdeka.

Sulitnya mengaplikasikan kurikulum pelajaran Agama Islam pada masa penjajahan Inggris, membuat masyarakat melayu kebanyakan berkeyakinan Islam, sudah jarang mempelajari Al-Quran pada sistem pendidikannya.

Kini, jenjang pendidikan untuk sekolah dengan basic Islam, sama seperti jenjang sekolah umum negeri Malaysia. Namun, ditambah dengan pendidikan pondok sebagai opsi lain. Sementara itu, pelajaran umum diperoleh pelajar islam Malaysia saat di sekolah Islam adalah :

  1. Asas tilawatil quran
  2. Pembelajaran tentang farrdu ‘ain beserta kifayah
  3. Serta penerapan akhlak berdasar dari akhlakul Islamiyyah

Sementara itu, sistem kurikulum atau tujuan pembelajaran di atas bagi para siswa adalah :

  1. Memiliki kemampuan membaca suratan dari Jus amma dengan fasih
  2. Mampu menghafal bacaan atau ayat dalam sholat
  3. Bisa memahami maksud dari ayat-ayat Al-Quran
  4. Mengamalkan seluruh ibadah bersifat fardhu ‘ain serta kifayah sebagai kewajiban umat islam.
  5. Mengamalkan adab berdasarkan nilai-nilai akhlak di kehidupan sehari-hari siswa.
  6. Membaca bahkan mampu menulis Jawi agar terus mencintai kebudayaan bangsa sendiri.

Dulu, meskipun sudah diselenggarakannya pelajaran agama pada masa pemerintahan Inggris, buku bacaan masih sangat kurang. Sekarang, kurikulum pelajaran Agama Islam sudah sangat bagus, kini buku rujukannya sangat banyak, berkualitas tinggi sebagai bahan ajar.